Riza Marlon is an Indonesian wildlife photojournalist with more than 25 years of experiences. With his background in biological sciences, he has been intensively involved in various assignments on documenting Indonesian wildlife with both domestic and global NGOs as well as assisting international TV documentary program to make Indonesian wildlife known to the world.

His very first book entitled Living Treasures of Indonesia was launched in 2010. Due to his concerns regarding the lacking of Indonesian snakes’ literature, he launched his second book entitled “Panduan Visual dan Identifikasi Lapangan: 107+ Ular Indonesia” (“Photographic Guide and Field Identification: 107+ Indonesian Snakes”). Riza also serves as a professional speaker who is regularly invited to share his knowledge and experiences in various talk shows, workshops, and photography training. Often, he is also invited to be a judge in many photography competitions that are specifically related to the natural environment and wildlife in Indonesia.

The Wallacea region is rich in endemic animals which many of them can be found nowhere else in the world. His third book, Wallace’s Living Legacy, is dedicated to make those animals that are present in this region known.

Becoming a professional with perseverance and persistence in the silent path of wildlife photography in Indonesia is a challenging work. However, it has and will not stop him from continuing his work.  In fact, he carries on to produce documentation and socialize Indonesian precious endemic species through books and other possible ways.

Riza Marlon adalah seorang jurnalis foto satwa liar Indonesia dengan pengalaman lebih dari 25 tahun. Dengan latar belakangnya dalam ilmu biologi, dia telah secara intensif terlibat dalam berbagai penugasan untuk mendokumentasikan satwa liar Indonesia dengan LSM domestik dan global serta membantu program dokumenter TV internasional untuk mengenalkan satwa liar Indonesia ke seluruh dunia.

Buku pertamanya berjudul “Living Treasures of Indonesia” diluncurkan pada tahun 2010. Kepeduliannya terhadap minimnya literasi tentang ular Indonesia, mendorongnya untuk meluncurkan buku keduanya yang berjudul “Panduan Visual dan Tindakan Lapangan: 107+ Ular Indonesia”. Riza seringkali diminta sebagai pembicara profesional untuk berbagi pengetahuan dan pengalamannya dalam berbagai talk show, workshop, pelatihan fotografi. Seringkali, ia juga diminta menjadi juri dalam lomba-lomba fotografi yang secara khusus terkait dengan lingkungan alam dan satwa liar di Indonesia.

Wilayah Wallacea kaya akan satwa endemik yang tidak ditemukan di tempat lain di dunia. Buku ketiganya, Wallace’s Living Legacy, didedikasikan untuk mengenalkan satwa-satwa yang ada di wilayah ini.

Menjadi profesional dengan keteguhan dan ketekunan dalam jalur fotografi satwa liar yang sepi di Indonesia adalah hal yang tidak mudah. Namun demikian hal ini tidak menghentikannya untuk berkarya. Ia akan terus mendokumentasikan dan mensosialisasikan spesies endemik Indonesia yang berharga melalui buku dan cara apa pun yang mungkin dilakukan.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.